
KELUARGA Blanco dengan tulus melibatkan diri dalam program ”Wonderful Indonesia” yang dicanangkan Pemerintah RI tahun ini. Bentuk keterlibatan mereka adalah dengan memamerkan karya-karya maestro Don Antonio Blanco dan putranya Mario Blanco di Sydney dan Melbourne, 9-17 November 2011. Harumnya nama dan karya-karya sang maestro Don Antonio Blanco dan diteruskan jejak sang maestro oleh putra kandungnya Mario Blanco mencengangkan masyarakat Australia. Mario Blanco dengan kekuatan garis dan warna impresionistisnya dan Don Antonio Blanco dengan kedahsyatan aliran ekspresionistis romantiknya menjadikan karya-karya mereka bersanding memekarkan keindahan Indonesia.
Pada saat pembukaan pameran berlangsung, cuaca pada saat itu sangat buruk. Angin bertiup kencang disertai hujan namun tak menghalangi orang-orang yang diundang untuk menghadiri acara pembukaan itu. ”Yang tidak sempat datang di pembukaan mengusahakan datang di hari-hari berikutnya,” ungkap Mario Blanco.
Pada saat pameran, Mario Blanco mengetengahkan 15 karya (lukisan dan fotografi) dan Don Antonio Blanco 10 karya. Dengan tema keindonesiaan, karya-karya mereka mewakili keindahan cipta karya anak bangsa. Mario Blanco yang disebut sebagai The Young Master Renaissance Don Antonio Blanco benar-benar memperlihatkan kecemerlangannya dalam dunia seni lukis. Berbeda dengan ayahnya, Mario Blanco lebih memperlihatkan sentuhan romantisme ekspresionistis.
Dalam karyanya, Mario Blanco selalu berpijak pada ilham kearifan Bali. Baginya, Bali bukan sekadar keindahan geografis dan budaya, namun juga mengandung nilai filosofis yang sangat tinggi dan tak lekang oleh zaman. Tema-tema Bali dan Indonesia ini yang lebih menguatkan nilai-nilai estetik karya-karyanya. Karena itu, karya-karyanya relatif memudahkan orang untuk ”masuk” ke dalam keindahan visual dan nilai yang dibawa dalam karyanya itu. Sementara karya-karya ayahnya lebih dulu dikenal dunia. Tak sedikit para tokoh-tokoh dunia dan selebritis dunia seperti Ir. Soekarno, Dewi Soekarno, Ingrid Bergmen, David Bowie, Mick Jagger dan tokoh-tokoh penting lainnya pernah mengunjungi studionya di jantung Ubud, Bali.
Di Melbourne, pameran mereka diadakan di Gedung Melbourn International Fine Art (MiFA). Direktur Gedung MiFA Bryan Collie mengatakan sangat menyukai keunikan setiap lukisan Mario Blanco. Frame (bingkai) lukisan yang diukir serupa dengan objek lukisannya merupakan yang pertama yang dilihatnya di dunia. Banyak orang-orang penting yang datang pada saat pembukaan pameran mereka, di antaranya adalah pejabat pemerintahan City of Melbourne, Konsul Jendral dari negara Chile dan Malaysia, dan juga Hadi Sapto, Acting Konsul Jendral Indonesia di Melbourne selaku host serta berbagai tokoh masyarakat dari berbagai kalangan di Melbourne. Selain itu, Mario Blanco merasa berhutang budi kepada Perhimpunan Masyarakat Bali di Melbourne (Mahendra Bali) karena mereka dengan tulus membantu pelaksanaan pameran di sana.
Selain berpameran, Mario Blanco dan rombongan juga sempat mengunjungi tempat-tempat penting di Aussie dan sempat memberikan pelatihan workshop lukisan gaya Kamasan kepada anak-anak dan remaja di sana. Bagi Mario Blanco, program semacam ini sangat baik untuk memperlihatkan karya-karya gemilang anak bangsa ke mata dunia. ”Semoga program ini bisa berlanjut ke belahan dunia yang lain,” kata Mario Blanco.

