What's On
Press Release
Lukisan Mario BlancoMasuk MURI
Nusa Tenggara, 10 Mei 2003
Pada tanggal 08-10 Mei, Mario Blanco yang tidak lain adalah putra Don Antonio Blanco menggelar pameran lukisan bersama dua pelukis kenamaan Paul Husner dan Pupuk Daru Purnomo di Jakarta Design Centre, Jakarta. Dalam pameran kali ini, Mario memperkenalkan sebanyak 22 koleksi lukisan yang dibuat sejak tiga setengah tahun lalu. Mario lebih banyak mengangkat tema-tema ringan dalam setiap hasil karyanya. Benda-benda yang banyak terdapat di alam, seperti bunga, buah dan alat-alat perabot rumah tangga kerap jadi inspirasi bapak dari tiga orang putra yang bermukim di Bali ini.
Keunikan dari lukisannya, Mario kerap menyajikan paduan cantik antara lukisan dengan piguranya (bingkai). Misalnya, ketika di melukis empat ekor monyet, pigura lukisan itu berbentuk unik dengan buah pisang disekelilingnya. Mengapa ada buah pisang ? karena monyet terkenal suka makan buah pisang. Tak cukup disitu, ia juga mendandani lukisannya dengan warna yang serasi. Dengan paduan selendang itu, lukisannya akan menjadi satu kesatuan yang utuh dengan gradasi warna yang harmonis.
Bahkan, karena berani menampilkan sesuatu yang beda, karya Mario tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) urutan ke-900 sebagai lukisan dengan bingkai terunik dan langka. Diwakili sekretarisnya MURI, Paultis Pangka, memberikan penghargaan pada pria kelahiran Ubud 4 Juli 1962.
"Kami dari MURI mengadakan penelitian selama satu bulan untuk kemudian memutuskan memberikan penghargaan pada Mario. Dalam penilaian MURI, lukisan Mario terbilang unik dan langka dengan perpaduan bingkai yang menjadi satu kesatuan utuh dengan lukisannya sendiri. Ini tidak kita temukan pada pelukis-pelukis lainnya", kata Paulus di malam pembukaan pameran lukisan bertajuk The Impressionist yang berlangsung pada Kamis (8/5) malam di Jakarta Design Center, Jakarta. g