What's On
Press Release
Dianugerahi Sertifikat MURIBlanco Ditawari Pameran Lagi
Koran Bali, 14 Mei 2003
Ini namanya ketiban durian runtuh, itu dialami Drs. Mario Blanco putra kedua maestro Don Antonio Blanco. Ketika menggelar pameran 8 Mei lalu bersama dua pelukis terkenal lainnya di Jakarta Design Center, secara spontan dianugerahi sertifikat dari Museum Rekor Indonesia (MURI) juga menerima tawaran berpameran di empat negara, yaitu Malaysia, Singapore, Thailand dan Philipina.
Penghargaan yang diberikan Manager MURI Paulus Pangka, SH itu, terkait dengan keunikan karya-karya lukisan Mario yang senantiasa dibatasi pigura kayu dengan desain khas. Mario yang berupaya menunjukkan jati dirinya dengan maksud menunjukkan kepiawaiannya yang tidak sekedar mendompleng kebesaran nama ayahnya, Don Antonio Blanco. Mario yang sarjana seni jebolan Unud ini menciptakan karya lukisan yang selanjutnya dibingkai dengan motif yang selaras dengan objek lukisan yang diangkatnya.
Dalam melukis buah, bunga atau objek alam benda lainnya, ayah tiga putra ini senantiasa mengemasnya dalam bingkai bermotif serupa. Jika buah yang dilukis ke atas kanvas, misalnya maka Mario akan menyuguhkan bingkai seperti buah itu. Dengan penampilan ini, karya-karya Mario tidak saja menyatu antara objek dengan bingkainya, tetapi karya seni lukis ini menujukkan kekhasannya.
Karya lukisannya yang dianggap unik dan memiliki ciri khas tersendiri juga terlihat dari karya lukisan dengan bingkai yang dibuat Mario dengan menonjolkan penyatuan serta hubungan antara lukisan dengan bingkainya. Seperti lukisan buah semangga dibuatkan prim dengan bentuk buah, lukisan kera dibuat prim berbentuk buah pisang yang disesuaikan dengan kebiasaan kera serta sebagai pemakan buah pisang. Begitu juga lukisan buah kelapa, Mario sengaja memasang batok kelapa pada prim karyanya sekaligus sebagai aksesorinya.
Berkaitan dengan penganugerahan MURI, Mario Blanco mengaku cukup kaget serta tidak pernah menduga sama sekali. "Ah tidak, cuma sedikit kaget, karena awal mula ke Jakarta tujuannya untuk berpameran guna memperkenalkan kepada publik bahwa karya lukisan saya memang beda dan memiliki ciri khas tersendiri dan berbeda dengan karya almarhum papi saya, Don Antonio Blanco", tandas Mario Blanco.
Disebutkan juga, adanya penghargaan yang diterima dari Muri diakui sebagai surprise. Selain itu juga, diakui selama ini perjuangan serta usahanya untuk menciptakan ciri khas itu cukup panjang dan melelahkan. "Usaha untuk menciptakan ciri khas dengan menciptakan bingkai lukisan seperti sekarang ini, ternyata kini membuahkan hasil," aku Mario seusai menerima sertifikat MURI di Jakarta.
Karya Mario Blanco ini terkesan unik dan langka. Karena itu mampu menggugah pihak MURI untuk memberikan penghargaan kepada Mario Blanco yang diserahkan langsung oleh Manager Paulus Pangka, SH. Penghargaan dari MURI kepada Mario berselang dua bulan setelah 9 Maret lalu menerima penghargaan yang sama juga dianugerahkan kepada The Renaissance Museum Blanco yang juga milik dan dikelola Mario Blanco.
Penganugerahan yang berkaitan dengan setahun museum yang mengkoleksi karya Don Antonio Blanco itu terkait dengan keunikannya, karena pada gapura museum itu dihiasi dengan ornamen berbahan baku marmer yang menyerupai tanda tangan almarhum Don Antonio Blanco. Tanda tangan dengan tinggi melebihi 17 meter itu selain dinilai terbesar juga sebagai tanda tangan tertinggi.
Menyangkut pamerannya di Jakarta Mario Blanco bersama dua rekannya dinilai banyak kalangan cukup sukses dan membanggakan. Selain perhelatan seni itu dibuka kritikus dan kolektor terbesar Indonesia Oei Hong Djien, juga pemahaman para pengunjung yang didominasi kalangan seniman itu masuk katagori berkelas. Dalam acara ini, Mario lebih banyak menampilkan lukisan manusia dengan ciri khas bunga, buah dan ketel.
Keberhasilan Mario Blanco ini juga ditunjukkan dengan hadirnya tawaran untuk berpameran. Tidak tanggung-tanggung empat tawaran sudah diterima Mario. Salah satu tawaran yang sudah disepakatinya adalah 8 Agustus dengan penyelenggara dari BCA.
Untuk pameran ini dari 30 pelukis yang diajukan Mario merupakan salah seorang yang terpilih. g