What's On

Press Release

Tiga Perupa Impressionis Pameran di Jakarta
PUPUK, HUSNER, DAN MARIO GUNAKAN EFEK CAHAYA


Jawa Pos, 15 Mei 2003

Inilah pertama kalinya Garis Art Exhibition menyelenggarakan sebuah pameran lukisan di luar Pulau Bali. Ide pameran di luar Bali ini bukannya tanpa alasan. Seperti diketahui, jumlah wisatawan mancanegara dan nusantara yang datang ke Bali kini menurun sebagai akibat dari kejadian Bom Bali di Legian Kuta, 12 Oktober 2002 lalu. Dampak bom Bali ini otomatis menyebabkan kuantitas pameran lukisan di Bali makin menurun.

Untuk menggairahkan perkembangan seni lukis dan para perupa di Bali, tiga perupa yang memiliki pendekatan yang serupa yakni Paul Husner, Mario Blanco dan Pupuk Daru Purnomo menggelar pameran di Jakarta belum lama ini. Dan ternyata setelah pameran selama empat hari 8 s/d 10 Mei 2003, para pencinta seni yang ada di Jakarta begitu serius menyaksikan pameran itu.

Ketiga pelukis yang memperlihatkan karyanya itu memiliki pendekatan yang serupa dalam proses melukis, yakni dengan menggunakan objek. Pengamat seni lukis yang juga kolektor lukisan Dr. Oei Hong Djien mengatakan, Paul Husner biasanya memulai dengan membuat sketsa dari objeknya langsung di atas kanvas, dan melukisnya setelah itu.

Mario Blanco lebih suka langsung melukis di atas kanvas, sementara Pupuk membuat dulu sketsa di atas kertas. Setelah itu baru dipindahkan ke dalam lukisan. “Apapun caranya yang dia lakukan, masing-masing menghasilkan karya-karya cemerlang yang memiliki karakter serta gaya berbeda,” Kata Hong Djien.
Menurutnya, karakter yang sangat kuat dalam lukisan-lukisan Paul Husner tampil melalui garis-garis bentuk yang kuat. Warna-warna yang cemerlang dan komposisi kreatif menambah makna lukisan tersebut. Setiap guratan, garis dan warna memiliki arti tersendiri. Sedangkan karya-karya still life dari Mario Blanco memukau lewat permainan warna-warna hangat yang saling mendukung, tanpa garis bentuk yang jelas.

Seperti ayahnya, Mario pun memiliki gaya yang khas, yaitu memadukan setiap lukisan dengan bingkai yang merupakan karya seni tersendiri.
Pelukis Pupuk menunjukkan kekuatan melalui goresan-goresan kuas artistik yang menghasilkan karya-karya dengan komponen yang dominan. Kepekaannya menangkap situasi atau suasana kota dari sudut pandang terbaik sungguh menakjubkan. Sementara usahanya untuk mengimbuhkan elemen fantasi ke dalam objek-objek lain juga patut dikagumi. Ketiga perupa ini sepertinya memiliki aura yang mirip dalam memperdalam dunia seni lukis.

Pameran tiga perupa ini dilaksanakan di Jakarta Design Centre. Pameran berlangsung meriah dihadiri pencinta seni lukis, pejabat, general manager dan para wartawan. Pembukaan pameran oleh Dr. Oei Hong Djien dan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan dari Museum Rokor Indonesia (MURI) diwakili manager MURI Paulus Palka, SH untuk Mario Blanco yang telah membuat rekor sebagai seniman yang merancang lukisannya dalam bingkai unik dan langka. g


Return To Wahts On Page